info@ruangdatanusantara.com
CYBER 1 3A FLOOR JL. KUNINGAN BARAT RAYA NO.9B KUNINGAN BARAT JAKARTA SELATAN
1

TOWER PROVIDER & TELECOMMUNICATION INFRASTRUCTURE

Pertamina akan Kunjungi Cina untuk Melihat Produksi Minyak dengan Teknologi EOR
Home » Eco System  »  Pertamina akan Kunjungi Cina untuk Melihat Produksi Minyak dengan Teknologi EOR
Pertamina akan Kunjungi Cina untuk Melihat Produksi Minyak dengan Teknologi EOR

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan delegasi Administrasi Umum Perminyakan atau General Administration of Petroleum dan Pertamina akan mengunjungi China pada akhir bulan ini. Hal ini menyusul rencana kemitraan dengan perusahaan energi Tiongkok Sinopec yang akan menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di lima ladang migas milik Pertamina. Teknologi ini diterapkan untuk membantu meningkatkan produksi minyak dalam negeri. “Mari kita lihat seperti apa teknologinya. Setelah itu, tim China akan berangkat ke Indonesia untuk meninjau calon lima lapangan tersebut,” kata Direktur Pengembangan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa. 20 Agustus). Lima lapangan migas yang dimaksud adalah Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu. Ariana mengatakan, sejauh ini belum ada proyeksi tambahan produksi jika teknologi EOR diterapkan di wilayah tersebut. “Tim Tiongkok kemudian akan datang ke sini pada akhir Agustus atau awal September untuk melihat lima bidang, termasuk menilai potensi tambahan jika teknologi Tiongkok diadopsi,” katanya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan delegasi Departemen Umum Perminyakan atau General Department of Petroleum berkoordinasi dengan Pertamina akan mengunjungi China pada akhir bulan ini. Hal ini menyusul rencana kemitraan dengan perusahaan energi Tiongkok Sinopec yang akan menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di lima ladang migas milik Pertamina. Teknologi ini diterapkan untuk membantu meningkatkan produksi minyak dalam negeri. “Mari kita lihat seperti apa teknologinya. Setelah itu, tim China akan berangkat ke Indonesia untuk meninjau calon lima lapangan tersebut,” kata Direktur Pengembangan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa. 20 Agustus). Lima ladang migas yang dimaksud, Rantau, Tanjung, Pamusian, Jirak, dan Zulu, mengatakan sejauh ini belum ada perkiraan produksi tambahan jika teknologi EOR diterapkan di wilayah tersebut. “Tim Tiongkok kemudian akan datang ke sini pada akhir Agustus atau awal September untuk melihat lima bidang, termasuk menilai potensi tambahan jika teknologi Tiongkok diadopsi,” katanya. BACA JUGA Antisipasi serangan siber, OJK terbitkan panduan ketahanan digital di sektor perbankan. Jokowi memanggil Kepala Badan Gizi dan membahas penerapan program makan bergizi gratis. Sri Mulyani akan menemui Kepala Badan Gizi Nasional untuk membahas anggaran tersebut. Ariana mengatakan, bentuk kerja sama antara Pertamina dan Sinopec akan bersifat patungan operasi atau KSO. “Pertamina sebagai operator regional sedang melaksanakan KSO dengan Sinopec,” ujarnya. Pertamina Hulu Energi Sebelumnya, Pertamina menyatakan salah satu anak usahanya, yakni Pertamina Hulu Energi (PHE), akan menandatangani perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) dengan perusahaan energi asal China Sinopec, pada akhir Agustus 2024. “Insya Allah pada akhir tahun Bulannya, PHE akan menandatangani penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery atau teknologi EOR,” kata Wakil Direktur PT Pertamina (Persero) Wiko Migantoro saat ditemui di Jakarta, Senin malam (20/8). Wiko mengatakan, penggelaran EOR menyasar lima tambang milik PT Pertamina EP. Dia mengatakan, pertukaran antara Pertamina dan Sinopec mengenai masalah ini telah melalui proses yang cukup panjang. “EOR ini akan menyasar sekolah-sekolah di luar sekolah yang sudah ada. “Melalui teknologi EOR, kami yakin dapat meningkatkan produksi migas,” ujarnya. Kementerian ESDM menyebut minat perusahaan China berinvestasi migas di Indonesia meningkat pasca kunjungan kerja Menteri ESDM Arifin Tasrif pada September 5 tahun lalu. Kunjungan Arifin ke China bertujuan untuk melihat potensi kerja sama dengan perusahaan di Negeri Tirai Bambu yang berpengalaman di bidang teknologi migas. “Tiongkok mempunyai kemampuan pemulihan lebih dari 50%. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan Pertamina untuk dapat meningkatkan produksi. “Nanti kita berharap ada tambang yang bisa dieksploitasi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *