Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia menyambut baik inisiatif perusahaan teknologi Amerika untuk berinvestasi di Indonesia. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria kembali menegaskan, investasi ini juga harus diimbangi dengan transfer teknologi dan pengetahuan. “Dengan tangan terbuka, kami menyambut baik inisiatif investasi di Indonesia. Tapi kami juga menginginkan transfer teknologi dan pengetahuan yang bisa diberikan oleh perusahaan teknologi yang berinvestasi di sini,” jelasnya saat bertemu dengan Senior Vice President US-ABC Brian McFeeters, di kantor Kementerian Informasi dan Komunikasi, Jakarta Pusat, pada 11 November. Rabu. 28 Agustus 2024.
Nezar mengatakan penerapan kewajiban transfer teknologi dan pengetahuan merupakan upaya memberikan pemerataan akses terhadap teknologi. Oleh karena itu, ada prinsip inklusif sehingga setiap orang dapat berpartisipasi dalam proses pengembangan teknologi, ujarnya.
Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi sangat mengapresiasi para pelaku usaha Amerika di industri digital yang selalu mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia. Termasuk sejumlah peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung ekosistem digital nasional.
“Dan mereka menunjukkan semangat untuk terus terlibat, berkolaborasi guna mempercepat transformasi digital di Indonesia dan juga ingin membantu memanfaatkan talenta digital yang ada di Indonesia. “Karena ada puluhan perusahaan teknologi yang akan bergabung dengan US-ABC,” ujarnya.
Menurut Nezar, pertemuan dengan perwakilan perusahaan teknologi dan perusahaan di sektor digital dari US-ABC berlangsung rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah mendengarkan berbagai aspirasi para pemangku kepentingan di industri digital dan infrastruktur digital. “Kami membahas berbagai topik, mulai dari spektrum hingga adopsi AI di Indonesia. Bahkan streaming podcast, karena mereka berafiliasi dengan beberapa perusahaan teknologi yang berbisnis menggunakan platform digital untuk streaming konten seperti Netflix,” ujarnya.
Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi mengatakan tidak ada kesepakatan khusus yang dicapai dalam pertemuan tersebut. “Ini seperti dialog untuk meningkatkan pemahaman antara pemerintah Indonesia dan para pelaku bisnis, khususnya perusahaan teknologi Amerika yang berinvestasi dan berbisnis di Indonesia,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria didampingi Sekjen Mira Tayyiba dan Dirjen Aplikasi IT Hokky Situngkir. Sementara itu, CEO US-ABC Seow Hiong Goh didampingi oleh Senior Vice President US-ABC Brian McFeeters.
