Inovasi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) memainkan peran penting dalam lanskap bisnis global saat ini. Peluang investasi di sektor AI akan menyumbang $19,9 triliun terhadap perekonomian global pada tahun 2030. Bahkan di kawasan ASEAN, jumlah ini akan meningkat dari $1 miliar pada tahun 2020 menjadi $11 miliar pada tahun 2022. Menteri Informasi dan Komunikasi Budi Arie Setiadi mendorong ekosistem teknologi digital nasional memanfaatkan peluang dengan menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi digital.
“Tujuan investasi swasta di bidang AI masih didominasi oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris. (Bahkan), sektor digital juga terus tumbuh pesat di kawasan ASEAN, dengan nilai investasi di sektor ICT yang semakin meningkat,” ujarnya saat membuka acara Digital Festival Sinar Mas 2024 dan peresmian kemitraan strategis antara Sinar Mas. dan China Mobile dalam Pameran Konferensi Joint AI Lab of Indonesia, BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27 September 2024).
Menurut Menteri Budi Arie, potensi AI semakin menjanjikan dengan adanya peluang investasi yang kompetitif pada startup AI yang mampu mencapai 1 triliun USD untuk PDB ASEAN pada tahun 2030. Sementara itu, di Indonesia, sektor digital telah berhasil menarik sekitar 1 triliun USD. Investasi 22 miliar pada tahun 2023.
“Potensi pasar juga diperkirakan mencapai 210 miliar USD hingga 360 miliar USD pada tahun 2030, terutama di bidang e-commerce, pariwisata, download transportasi dan makanan secara online serta melalui media daring. Kontribusi AI terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 366 miliar USD. “Sektor ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan,” jelasnya. Menkominfo menjelaskan potensi tersebut menunjukkan bahwa AI merupakan teknologi emerging yang semakin dipercaya di berbagai bidang.
“Hingga 73% dari 700 pengembang AI di dunia percaya bahwa AI akan diadopsi oleh organisasi mereka dalam dua tahun ke depan. “AI juga dipercaya untuk memberikan solusi bagi berbagai sektor di negara berkembang, seperti pendidikan, layanan kesehatan, keuangan publik, dan ketenagakerjaan,” ujarnya. Menurut Menteri Budi Arie, AI dapat membantu menjembatani kesenjangan digital dengan memberikan akses informasi dan layanan publik, terutama di daerah pedesaan atau terpencil.
“Selain itu, AI juga berpotensi meningkatkan produktivitas perekonomian melalui otomatisasi dan inovasi, sehingga UMKM mampu bersaing di era digital,” ujarnya. Meski demikian, Menkominfo mengakui ada beberapa tantangan dalam pengembangan AI. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang tidak merata dan terbatasnya modal menghambat penetrasi Internet sebagai landasan pengembangan AI. “Selain itu, kurangnya transfer pengetahuan dari negara-negara berkembang tentang AI juga membatasi perkembangan tata kelola AI di suatu negara,” ujarnya.
Hadir dalam Sinar Mas Digital Day 2024 adalah Wakil Presiden terpilih 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto, Chairman Golden Agri-Resources Director Franky Oesman Widjaja , CEO Sinar Mas Land Group Michael Widjaja, CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Jesslyne Widjaja, Executive Vice President China Mobile Communications Group Gao Tongqing, serta jajaran direksi dan direktur umum anggota asosiasi Sinar Mas Group dan pihak terkait.
