info@ruangdatanusantara.com
CYBER 1 3A FLOOR JL. KUNINGAN BARAT RAYA NO.9B KUNINGAN BARAT JAKARTA SELATAN
1

TOWER PROVIDER & TELECOMMUNICATION INFRASTRUCTURE

Seolah Tak Cukup dengan X, Mahkamah Agung Brasil Larang Starlink Lakukan Transaksi
Home » Eco System  »  Seolah Tak Cukup dengan X, Mahkamah Agung Brasil Larang Starlink Lakukan Transaksi
Seolah Tak Cukup dengan X, Mahkamah Agung Brasil Larang Starlink Lakukan Transaksi

Teknologi.id - Perseteruan Elon Musk dengan Mahkamah Agung Brasil terus meningkat hingga kini berdampak pada bisnis internet satelit Starlink milik Musk. Mahkamah Agung Brasil telah mengeluarkan perintah mengejutkan yang melarang Starlink berdagang di Brasil, sebuah langkah yang tidak terduga karena Starlink adalah entitas bisnis yang berbeda dari X (sebelumnya Twitter). Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari Starlink, menyoroti ketegangan jangka panjang antara Elon Musk dan pengadilan Brasil.

Perseteruan Musk dengan Mahkamah Agung Brasil bermula dari masalah terkait kebebasan berpendapat di platform X. Mahkamah Agung, yang dipimpin oleh Hakim Alexandre de Moras, telah lama berselisih dengan Musk tentang operasi X di Brasil.

Pada bulan April 2024, de Moraes memerintahkan penyelidikan terhadap X setelah Musk memutuskan untuk mengaktifkan kembali akun yang sebelumnya diblokir karena menyebarkan informasi yang salah. Akun-akun ini diyakini terkait dengan pendukung mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan ini meningkat. Awal bulan ini, Musk bahkan menutup kantor X di Brasil. Mahkamah Agung melalui de Moraes meresponsnya dengan mengeluarkan ancaman serius, termasuk memerintahkan pembatasan akses ke X dalam waktu 24 jam dan memberi waktu lima hari kepada Apple dan Google untuk menghapus X dari toko aplikasi mereka.

Perseteruan ini meluas ke Starlink, layanan Internet orbit rendah pilihan Musk. Keputusan Mahkamah Agung yang membekukan transaksi keuangan Starlink mengejutkan banyak pihak karena Starlink bukan entitas yang sama dengan X. Starlink merupakan layanan yang telah membantu banyak tempat terpencil di dunia mengakses Internet, termasuk Brazil. Namun, perintah tersebut tampaknya lebih dilatarbelakangi oleh upaya Mahkamah Agung untuk memberikan tekanan kepada Musk secara pribadi, karena Starlink adalah bagian dari ekosistem bisnis yang dimiliki Musk.

Starlink bereaksi keras melalui akun X dengan alasan keputusan Mahkamah Agung tidak memiliki dasar yang kuat. Perintah ini didasarkan pada tekad yang tidak berdasar bahwa Starlink bertanggung jawab atas denda yang dijatuhkan - secara inkonstitusional - yang melanggar proses hukum, yang diduga dijamin oleh Konstitusi Brasil. Kami bermaksud menyelesaikan masalah ini secara hukum, tambah Starlink dalam pernyataan yang sama.

Tanggapan dari Elon Musk
Elon Musk, yang dikenal blak-blakan, bereaksi terhadap keputusan tersebut dengan mengkritik sepenuhnya Mahkamah Agung Brasil. Musk menuduh de Moraes dan Mahkamah Agung menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk tujuan politik. “Kebebasan berbicara adalah fondasi demokrasi dan hakim-hakim yang terpilih di Brasil menghancurkannya demi tujuan politik,” tulis Musk di platform X setelah keputusan tersebut diumumkan.

Musk juga menegaskan bahwa Mahkamah Agung menekan X untuk mematuhi perintah sensor yang dianggapnya tidak adil. Keputusan Mahkamah Agung yang mengancam perwakilan hukum X dengan penangkapan jika mereka tidak mematuhi perintah tersebut hanya memperburuk keadaan. Lebih lanjut, Mahkamah Agung juga menginformasikan kepada X bahwa jika mereka tidak menunjuk kuasa hukum baru dalam waktu 24 jam, mereka akan dilarang beroperasi di Brazil.

Keputusan Mahkamah Agung Brasil untuk melibatkan Starlink dalam perselisihan ini dapat berdampak luas bagi industri teknologi di Brasil dan mungkin di luar negeri. Keputusan ini menunjukkan bahwa otoritas peradilan di negara-negara demokratis dapat mengambil tindakan yang sangat drastis terhadap perusahaan-perusahaan teknologi yang dianggap melanggar peraturan daerah, meskipun secara teknis perusahaan-perusahaan tersebut tidak terlibat dalam pelanggaran serupa.

Bagi Starlink, larangan perdagangan di Brasil dapat menjadi pukulan telak karena negara tersebut merupakan salah satu pasar utama untuk layanan Internet satelitnya. Selain itu, keputusan tersebut juga dapat mempengaruhi hubungan diplomatik antara Brasil dan negara-negara dimana Musk memiliki kepentingan bisnis yang signifikan. Namun putusan ini juga menimbulkan pertanyaan sejauh mana kewenangan pengadilan dapat merambah ke dunia usaha, yang harusnya berbeda dengan persoalan hukum lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *