info@ruangdatanusantara.com
CYBER 1 3A FLOOR JL. KUNINGAN BARAT RAYA NO.9B KUNINGAN BARAT JAKARTA SELATAN
1

TOWER PROVIDER & TELECOMMUNICATION INFRASTRUCTURE

RI Andalkan Golden Visa untuk Kejar Malaysia dalam Investasi Teknologi
Home » Ecology  »  RI Andalkan Golden Visa untuk Kejar Malaysia dalam Investasi Teknologi
RI Andalkan Golden Visa untuk Kejar Malaysia dalam Investasi Teknologi

Pandu Sjahrir, Ketua Departemen Teknologi Ekonomi dan Keuangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengatakan visa emas berpotensi meningkatkan investasi teknologi di Tanah Air. Menurutnya, hal ini penting untuk menarik raksasa teknologi berinvestasi di Indonesia. Sekarang ada program visa emas. Mari kita gunakan. “Saya kira saat ini dari sudut pandang dunia usaha tentu akan ada persaingan untuk berinvestasi di bidang teknologi,” kata Pando di kantor AC Ventures Jakarta, Rabu (14/8). Menurutnya, Indonesia harus terus mengikuti jejak Malaysia dalam menarik teknologi data center. Pasalnya, jumlah penduduk Malaysia lebih sedikit dibandingkan Indonesia sehingga kapasitas data center di Indonesia lebih besar. Ia menyarankan beberapa aspek yang harus diikuti termasuk aspek ekonomi dan ketenagakerjaan. Malaysia mungkin lebih baik karena mereka sudah lama berkecimpung dalam industri semikonduktor dan memiliki PDB per kapita yang lebih tinggi. Ya, visa emas itu bisa kita manfaatkan untuk menjaring sumber daya manusia yang baik, kata keponakan Menteri Kelautan dan Promosi Investasi Lohut Binsar Pandjaitan itu.

Malaysia sendiri tahun ini kebanjiran investasi dari Google, Apple, dan Microsoft. Total investasi Google dan Microsoft mencapai Rp 67,8 triliun. Google menginvestasikan $2 miliar atau 32,4 triliun rupiah (kurs 16.255 rupiah per dolar AS) di Malaysia. Hibah ini akan digunakan untuk membangun pusat data dan ruang cloud pertama di negara tersebut. “Investasi ini didasarkan pada kolaborasi kami dengan pemerintah Malaysia untuk memajukan 'kebijakan Cloud First', termasuk standar keamanan siber terbaik,” kata Ruth Porat, ketua, CFO dan CTO Alphabet dan Google, dalam siaran pers yang dikutip oleh CNBC International pada hari Kamis. (30/5). Porat menjelaskan, investasi ini merupakan investasi terbesar Google di Malaysia selama 13 tahun beroperasi. Sementara itu, Microsoft mengumumkan investasi sebesar $2,2 miliar atau 35,4 triliun rupiah di Malaysia pada awal Mei (3/5). Nilai tersebut merupakan yang terbesar selama 32 tahun perusahaan berada di negara tetangga Indonesia. Sebagai perbandingan, Microsoft menginvestasikan 1,7 miliar dolar di Indonesia atau 27,6 triliun rupiah.

Sebelumnya, Indonesia merupakan tujuan investasi terbesar Microsoft selama 29 tahun. Malaysia juga berencana membangun pusat data berkapasitas 1.600 megawatt dalam dua hingga tiga tahun. Angka ini 5,3 kali lebih besar dari perkiraan Indonesia sebesar 300 MW saat ini dan 1.000 MW dalam empat tahun ke depan. Malaysia menandatangani perjanjian pembangunan pusat data 256 MW SAFE 2024 pada Kamis (8/8). Ia prihatin dengan besarnya pembangunan pusat data di Malaysia dibandingkan Indonesia yang diperkirakan hanya memiliki 1.000 megawatt dalam empat tahun ke depan. Namun, pusat data sangat penting dalam perlombaan global untuk memajukan teknologi AI. “Bisa dibilang saya menganggap kecerdasan buatan lebih penting dibandingkan Internet itu sendiri,” kata Pandu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *