info@ruangdatanusantara.com
CYBER 1 3A FLOOR JL. KUNINGAN BARAT RAYA NO.9B KUNINGAN BARAT JAKARTA SELATAN
1

TOWER PROVIDER & TELECOMMUNICATION INFRASTRUCTURE

Dorong Pemanfaatan AI, Telkom Tak Ingin Indonesia Sekedar Menjadi Pasar
Home » Eco System  »  Dorong Pemanfaatan AI, Telkom Tak Ingin Indonesia Sekedar Menjadi Pasar
Dorong Pemanfaatan AI, Telkom Tak Ingin Indonesia Sekedar Menjadi Pasar

Selular.ID – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan di Indonesia. Pemanfaatan AI mempunyai potensi yang luar biasa di berbagai sektor tanah air, meski penerapannya masih perlu diperluas. PT Telkom, sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang dianggap sebagai motor penggerak digitalisasi di Indonesia, berkomitmen mengembangkan AI yang memberikan dampak positif bagi negara. Guna mendorong pemanfaatan AI, PT Telkom melalui anak usahanya PT Telkom Data Ekosistem (TDE) atau Neutron DC kembali menyelenggarakan NeutraDC Summit 2024 pada 26 Agustus 2024 di Bali. Acara ini akan mengundang wirausahawan teknologi, inovator teknologi, dan pakar industri untuk mendiskusikan “sisi lain dari AI.” Topik yang diangkat mencerminkan fakta bahwa AI membawa banyak perspektif baru, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dengan para pemimpin industri dari berbagai bidang.
Menurut Honesti Basyir, Group Business Development Director PT Telkom, NeutraDC Summit 2024 akan menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika AI yang berkembang pesat saat ini. Honesti meyakini hal ini sejalan dengan konteks dan potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber permodalan yang sangat baik untuk mendorong digitalisasi sebagai pilar pertumbuhan. Lihat saja, secara demografis, misalnya, 65% populasi kita terhubung dengan infrastruktur digital. Mantan Direktur Utama Bio Farma mengatakan: “Jumlah pengguna telepon seluler telah mencapai 300 juta, dan masyarakat juga sangat akrab dengan produk digital, seperti jejaring sosial.” Honesti menambahkan, 40% pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Ia memperkirakan potensi ekonomi digital bisa mencapai ratusan miliar dolar pada tahun 2030. “Potensi inilah yang perlu dimonetisasi oleh Indonesia agar tidak selalu menjadi pasar bagi negara lain,” ujarnya.

Di sisi lain, Andreuw Th.A.F, CEO NeutraDC, mengatakan permasalahan etika juga menjadi perhatian Telkom dalam penggelaran teknologi AI. “Saat ini banyak perdebatan etis, ini yang sedang kita kaji, jadi kalau implementasinya tidak terlaksana justru akan kontraproduktif,” kata Andreuw. Andreuw tidak ingin permasalahan AI yang berdampak negatif seperti yang terjadi di negara lain juga menimpa Indonesia. Ia menambahkan, kerangka etika dalam penggunaan AI juga merupakan wujud tanggung jawab PT Telkom terhadap inisiatif pembangunan berkelanjutan. “Karena merupakan perusahaan besar, tanggung jawab Telkom tidak hanya terbatas pada karbon, air, dan limbah tetapi juga terhadap lingkungan hidup, dalam hal ini masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *