info@ruangdatanusantara.com
CYBER 1 3A FLOOR JL. KUNINGAN BARAT RAYA NO.9B KUNINGAN BARAT JAKARTA SELATAN
1

TOWER PROVIDER & TELECOMMUNICATION INFRASTRUCTURE

Jejak Awal ”Internet of Things” dan Aplikasi di Indonesia
Home » Eco System  »  Jejak Awal ”Internet of Things” dan Aplikasi di Indonesia
Jejak Awal ”Internet of Things” dan Aplikasi di Indonesia

Internet of Things atau IoT semakin populer seiring dengan konsep kecerdasan buatan dan big data dalam revolusi sosial digital. Selama dua dekade terakhir, IoT semakin merambah kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Tanpa disadari, benda-benda di sekitar kita telah dilengkapi dengan teknologi dari jagad IoT. IoT merupakan salah satu kata kunci Social Revolution 4.0 atau revolusi menuju 5.0. Revolusi terbaru ini pertama kali diprakarsai oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada konferensi internasional Centrum der Büroautomation und Informationstechnologie und Telekommunikation (Cebit) di Hanover, Jerman, pada bulan Maret 2017.

Melihat ke belakang, orang-orang Kami mengatakan bahwa IoT telah menjadi kenyataan sejak saat itu. itu diciptakan. pertama kali dikemukakan oleh Kevin Ashton dalam presentasinya kepada para pengambil kebijakan di Procter & Gamble (P&G) pada tahun 1999. Saat itu, ia menggunakan ungkapan Internet of Things hanya untuk menarik perhatian dewan direksi P&G, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri pada manufaktur barang konsumsi. Ashton sedang mengembangkan inovasi identifikasi frekuensi radio (RFID) baru di seluruh rantai pasokan produk P&G. Untuk menarik perhatian, ia menggunakan Internet of Things untuk menyatukan inovasinya dalam semangat era gila internet saat ini.

RFID adalah kemampuan untuk melakukan identifikasi yang dapat dikelola dan diinventarisasi oleh komputer. Kapasitas tersebut semakin optimal dalam konteks Internet yang semakin cepat dan andal. Ide Ashton membawanya menjadi anggota tim Auto-ID di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok ini kemudian meneliti aplikasi internet pada objek. Dalam kertas putih berjudul "Mengusulkan Dunia Fisik Berjaringan untuk Rekayasa Komputasi Generasi Berikutnya, Perdagangan, dan Identifikasi Otomatis" (2000), Sanjay Sarman, David L. Brock, dan Kevin Ashton membayangkan sebuah dunia di mana semua benda fisik atau elektronik objek akan terhubung. ke jaringan.

Penggunaan ini memungkinkan pengoperasian jarak jauh tanpa kontak. Visi Auto-ID adalah memberikan berbagai manfaat lintas fungsi, termasuk manajemen rantai pasokan, pengendalian inventaris, pelacakan produk, dan identifikasi lokasi. IoT juga digambarkan sebagai dunia di mana segala sesuatunya terhubung dan berkomunikasi dengan lebih cerdas. Dengan IoT, dunia fisik menjadi sistem informasi Big Data. Secara bertahap, IoT semakin menarik minat dunia bisnis yang lebih luas. Pada tahun 2008, konferensi IoT pertama diadakan di Zurich, Swiss untuk akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan industri. Konferensi ini menandai semakin meluasnya penggunaan IoT di sektor komersial. Tahun ini juga menandai popularitas IoT.

Tahun ini, perusahaan teknologi multinasional Cisco mengatakan jumlah perangkat yang terhubung ke Internet telah melebihi jumlah orang di dunia. Diperkirakan pada tahun 2020 akan ada 50 miliar perangkat yang terhubung ke Internet. Mayoritas perangkat yang terhubung ke Internet (86%) adalah perangkat selain PC, tablet, atau ponsel pintar. Tren IoT mulai melampaui inovasi teknologi lainnya pada tahun 2015. Hal ini dibuktikan dengan besarnya minat para pengusaha untuk mengimplementasikan IoT ke dalam produknya. Pada acara Cebit di Hannover, Jerman tahun 2015, IoT menjadi inovasi yang viral. Arsip Kompas mencatat, beberapa perusahaan menandai perubahan IoT pada produknya.

Tesla memperkenalkan mobil listriknya, Model S, yang akan segera dilengkapi dengan fungsi autopilot berkat koneksi Internet dan berbagai sensor yang terpasang di dalam mobil. Mobil ini terhubung secara permanen ke Internet berkat antarmuka layar sentuh. Perusahaan Jerman Canyon menghadirkan sepeda yang dilengkapi modul di rangkanya. Modul tersebut mencakup perangkat GPS dan kartu SIM untuk melacak sepeda jika terjadi pencurian dan menghubungi layanan darurat jika terjadi kecelakaan dengan pengendara sepeda. Selain itu, aplikasi IoT juga memiliki kemampuan untuk memantau keausan suku cadang dan memesan suku cadang yang memerlukan penggantian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *